27 Februari 2020

Pertandingan itu Akhirnya Terlaksana

Tak ada yang berbeda dengan menu makanan di Rumah Makan Pojok II Perak, Jombang, siang itu. Menunya sama seperti biasanya: sayur asem, sayur lodeh, soto, rawon, pecel, sop buntut, kare, dan gule kambing. Juga pecel lele, ayam goreng, dan gurami.

Siang itu, Kamis, 5 Agustus 2010. Dan para pemain Persebaya Surabaya pun memesan makanan seperti biasanya. Sebab, Rumah Makan Pojok II Perak, Jombang memang sering menjadi jujukan pemain-pemain Persebaya. Tapi, saat hidangan sudah di meja, mereka tak terlalu lahap menyantapnya. Selera mereka tak seperti biasanya.

Telepon dari Kediri yang membuat mereka menjadi tak lagi antusias menyantap makanan. Machrus Afif yang berada di seberang telepon mengabarkan kalau pertandingan melawan Persik Kediri di Stadion Brawijaya, Kediri, tidak jadi digelar.

”Semangat kami langsung turun dan ada rasa cemas yang berkecamuk di dalam diri kami,” kata Mat Halil, bek kiri Persebaya yang ada dalam rombongan makan siang itu.

Memang Persebaya sedari awal tidak yakin pertandingan itu akan terlaksana. Sebab, dua hari sebelumnya, Selasa, 3 Agustus 2010, panpel Persik berkirim surat ke Mes Persebaya. Isinya menyebutkan kalau polisi tidak mengeluarkan izin laga antara Persik kontra Persebaya pada 5 Agustus 2010. Tapi, di sisi lain Persik tetap ngotot ingin bermain. Kengototan itu ditegaskan saat technical meeting sehari menjelang hari pertandingan.

”Karena itu, kami memutuskan berangkat tanggal 5 pagi ke Kediri. Kami khawatir dikerjai. Sebelum masuk Kediri kami mampir depot di Jombang untuk makan siang,” ujar Halil.

Dan di Rumah Makan Pojok II Perak, Jombang itu perjalanan Persebaya tak berlanjut. Kepolisian kembali menegaskan tak ada izin pertandingan. Stadion Brawijaya sendiri sudah penuh sesak Bonek. Seperti halnya Persebaya, suporter tim berjuluk Green Force itu memang sengaja menginvasi Kediri karena khawatir kesebelasan kesayangannya dikerjai. Seperti halnya para pemain, mereka juga cemas tentang nasib Persebaya.

Kecemasan yang berdasar. Sebab, ada indikasi penyelamatan Pelita Jaya yang begitu mencolok. Keputusan PSSI dan PT Liga Indonesia menjadwal ulang pertandingan Persik lawan Persebaya pada 5 Agustus menjadi indikasinya.

Sebelumnya pertandingan itu dijadwalkan pada Kamis, 29 April 2010 di Stadion Brawijaya. Tapi, izin pertandingan tidak terbit. Persik lalu memindahkannya ke Stadion Mandala Krida, Jogjakarta. Sehari menjelang pertandingan Polda Yogyakarta menegaskan tidak menerbitkan izin pertandingan. ”Saat hari pertandingan kami tetap datang ke stadion,” kenang Mat Halil.

Seharusnya Persebaya menang WO 3-0. Acuannya manual liga. Di manual liga disebutkan kalau setiap kesebelasan yang gagal menggelar pertandingan dinyatakan kalah 3-0. Di manual liga juga digariskan bahwa tuam rumah sudah harus mengantongi izin pertandingan minimal tujuh hari sebelum laga.

Dan Persebaya kala itu berkeyakinan menang WO. Apalagi, sebelumnya Persiwa Wamena juga dinyatakan menang WO atas Persija Jakata ketika kesebelasan berjuluk Macan Kemayoran itu gagal menggelar pertandingan pada 13 Maret 2010.

Tapi, PSSI dan PT Liga Indonesia berkendak lagi. Mereka tak menginginkan Persebaya lolos ke playoff. Otoritas sepak bola Indonesia lebih memilih Pelita Jaya. Karena itu, mereka tidak memutuskan kemenangan WO untuk Persebaya. Sebaliknya, mereka memilih menjadwal ulang laga Persik dengan Persebaya.

Posisi Pelita Jaya saat itu memang berhimpitan dengan Persebaya dan Persik. Pelita Jaya mendulang 39 poin dan minus 11 gol. Memasukkan 42 gol dan kemasukkan 53. Persebaya mengantongi 36 poin dan minus 13 gol. Green Force menjaringkan 42 gol dan kebobolan 55 kali. Sedang Persik mengemas 36 poin dan minus 14 gol. Jadi kalau Persebaya dinyatakan menang WO, maka kesebelasan asal Kota Pahlawan itu akan mengakhiri kompetisi dengan torehan 39 poin. Golnya minus 10. Sebab Persebaya memasukkan 45 gol dan kemasukan 55.

Dengan torehan itu, Persebaya bakal duduk di peringkat 15 klasemen akhir Indonesia Super League 2009/2010. Dan itu sama artinya Persebaya berhak tiket playoff. Sedang Pelita Jaya dan Persik harus terdegradasi bersama Persitara Jakarta Utara.

Ternyata komposisi itu tak dikendaki. Maka PSSI dan PT Liga Indonesia menjadwal ulang laga Persik lawan Persebaya. Keanehan itu bukan tanpa protes. Persebaya bahkan melayangkan gugatan ke pengadilan. Tapi, otoritas sepak bola tak menghiraukannya. Sikap ”dingin” PSSI itupula yang menjadikan rasa cemas berkecamuk di dada semua penggawa Persebaya di Rumah Makan Pojok II Perak, Jombang, 5 Agustus 2010, saat mendapatkan kabar laga kontra Persik gagal terlaksana. Jangan-jangan PSSI akan menjadwal ulang pertandingan itu.

Di tengah rasa cemas itu, di rumah makan itu, perjalanan Persebaya dan konstelasi sepak bola Indonesia kemudian berubah. Di rumah makan itu, sebelum balik kanan ke Surabaya, Persebaya menegaskan perlawanannya. Persebaya memutuskan tak mengikuti kemauan PSSI.

Betul saja, ketika PSSI memutuskan pertandingan ulang di Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring, Palembang pada 8 Agustus 2010, Persebaya tak hadir di lapangan. PSSI memutuskan Persik yang datang ke lapangan menang WO. Hasil itu mengantarkan Pelita Jaya ke babak playoff dan dua kesebelasan yang sudah dua kali juara Liga Indonesia: Persik dan Persebaya degradasi.

Hasil itu sekaligus mengubah perjalanan sepak bola Indonesia. Ingat, meski dipimpin narapidana dari penjara, PSSI tak pernah benar-benar bergolak. Sesuai tekad di Rumah Makan Pojok II Perak, Jombang, Persebaya kemudian membelot dari PSSI. Bersama beberapa kesebelasan membangun kompetisi baru Liga Prima Indonesia. PSSI merespon dengan membangun Persebaya versi mereka sendiri. Dualisme lalu menjalar kemana-mana.

Persebaya kemudian diasingkan. Tapi, masyarakat Surabaya, mereka yang mencintai Persebaya, tahu dimana hatinya dilekatkan. Perlawanan terus dikobarkan hingga akhirnya Persebaya diakui kembali Januari 2017 lalu.

Dan kini, setelah sepuluh tahun, setelah keduanya sama-sama berada kembali di strata teratas sepak bola Indonesia, pertandingan yang dulu tertunda itu akhirnya "terlaksana". Pertemuan Persebaya dan Persik membuka gelaran Liga 1 musim 2020 tepat di penghujung Februari.

Diumpan Sakhi

1 komentar:

Marsya mengatakan...

Numpang promo ya Admin^^
ajoqq^^cc
mau dapat penghasil4n dengan cara lebih mudah....
mari segera bergabung dengan kami.....
di ajopk.biz...^_~3:23 PM 15-Sep-20
segera di add Whatshapp : +855969190856